Tampilkan postingan dengan label ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN XII TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN XII TKJ. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2019

VPN SERVER


A. Pengertian 
    VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik). Disebut dengan Virtual Network karena VPN menggunakan jaringan Internet sebagai media perantaranya alias koneksinya bukan secara langsung. Dan disebut Private Network karena VPN bersifat pribadi maksudnya hanya orang tertentu saja yang dapat mengaksesnya.


B. Jenis-Jenis dari VPN
    Ada 3 jenis jaringan antara lain: 


1. Remote VPN 

Jenis VPN ini ditujukan pada pengguna yang ingin mengakses jaringan pusat dari tempat yang berada di luar area pusat data dimana user dapat data perusahaan kapanpun dan dimanapun berada contohnya penyelia suatu perusahaan yang dilengkapi laptop untuk mengakses informasi di kantor pusat. Kunci dari jenis komunikasi ini adalah fleksibilitas dan biasanya bandwidth dan performance tidak menjadi isu yang begitu penting. 



2.Intranet VPN 

VPN jenis ini diimplementasikan pada infrastruktur jaringan diperusahaan yang memiliki beberapa lokasi gedung berbeda, biasanya digunakan untuk menghubungkan kantor kantor cabang dengan kantor pusat suatu perusahaan. Jenis VPN ini harus benar-benar aman dan memenuhi standar performansi dan kebutuhan bandwidth dengan persyaratan yang ketat. 

3.Extranet VPN 
Pada jenis komunikasi ini, VPN menggunakan Internet sebagai backbone utama. Biasanya VPN jenis ini ditujukan untuk skala komunikasi yang lebih luas melibatkan banyak pengguna dan kantor cabang yang tersebar. 


C. Fungsi dari VPN
      Berikut adalah fungsi dari VPN:

1.     Kerahasiaan (Confidentially) : VPN merupakan terknologi yang menggunakan jaringan internet atau jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian informasi atau data. Maka VPN memakai metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan menggunakan metode enskripsi itu, keamanan data akan cukup terjamin dari pencurian data. Walau ada pihak-pihak yang bisa menyadap data-data yang melewati jaringan internet maupun jalur dari VPN sendiri, akan tetapi belum tentu yang menyadap dapat membaca data tersebut sebab data tersebut sebelumnya telah teracak. Dapat disimpulkan dari fungsi confidentially ini maksudnya supaya data yang di transmisikan haya dapat diakses oleh orang yang memang berhak saja.

2.     Keutuhan data (Data Integrity) : VPN mempunyai teknologi yang dapat menjaga keutuhan informasi atau data mulai dari data tersebut dikirim kan hingga data tersebut sampai di tempat yang di tujunya. Sehingga data saat di perjalanan dapat terhindar dari berbagai macam gangguan seperti data hilang, rusak, atau dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

3.     Autentikasi sumber (Origin Authentication) : VPN mempunyai kemampuan untuk melakukan autentifikasi terhadap sumber dari pengiriman data yang akan di terimanya. VPN dapat melakukan pemeriksaan kepada data yang masuk dan mengakses informasi dari sumbernya, lalu alamat dari sumber data tersebut akan di setujui jika proses autentifikasi berhasil, dengan begitu VPN dapat menjamin semua data yang di kirimkan dan juga yang diterima berasal dari sumber yang memang benar-benar seharusnya, tidak ada informasi atau data yang dikirimkan oleh pihak lain dan data yang dipalsukan.


D. Manfaat dari VPN
    Berikut adalah manfaat dari VPN: 

1.  Remote Access : Maksudnya dengan menggunakan VPN kita bisa mengakses             komputer ataupun jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke jaringan                   internet atau publik.

2.   Keamanan : dengan menggunakan koneksi VPN kita bisa browsing, searching dengan aman saat mengakses dunia maya atau jaringan internet publik misalnya seperti hotspot atau internet yang ada di cafe-cafe.

3.   Dapat menghemat biaya setup jaringan : VPN juga dapat dipakai sebagai cara alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang cukup luas dengan biaya yang lebih rendah. Karena transmisi data yang digunakan pada VPN memakai media jaringan internet atau jaringan publik yang sebelumnya telah ada tanpa perlu membangun jaringan sendiri.


E. Cara Kerja dan Penggunaan VPN
        Cara kerja dan Penggunaan VPN antara lain: 
  • VPN mendukung banyak protokol jaringan seperti PPTP, L2TP, IPSec dan SOCKS. Protokol ini membantu cara kerja VPN untuk memproses otentikasi.
  • VPN klien dapat membuat sambungan dan mengidentifikasi orang-orang yang diberi wewenang di jaringan.
  • Jaringan VPN juga dienkripsi akan meningkatkan fitur keamanan , hal ini juga berarti bahwa VPN biasanya tidak terlihat pada jaringan yang lebih besar.
  • Teknologi saat ini semakin banyak mendasarkan perkembangan VPN karena mobilitas yang disediakan dan saat ini Virtual Private Network  juga membuka jalan untuk koneksi  Wi-Fi dan jaringan nirkabel pribadi.
F. Kelebihan dan Kekurangan VPN
    Kelebihan:
  • VPN adalah solusi biaya efektif untuk organisasi bisnis besar dengan fasilitas jaringan khusus
  • Meningkatkan mobilitas organisasi dengan langsung menghubungkan jaringan rumah atau para pekerja yang mobile di organisasi
  • Fitur keamanan dapat disesuaikan.
       Kekurangan:
  • Dengan penyediaan akses ke karyawan secara global, faktor keamanan adalah risiko tersendiri. Hal ini juga menempatkan informasi sensitif perusahaan dapat diakses secara global. VPN membutuhkan perhatian ekstra untuk penetapan sistem keamanan yang jelas.


Tutorial konfigurasi VPN Server :

  Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwasanya vpn server membutuhkan jaringan yang mengarah ke jaringan Internet. Untuk jaringan Internet, vpn serverpun harus menggunakan Ip Public, agar bisa diakses dari mana saja, tetapi kali ini hanya akan menggunakan ip local saja atau private ip , aplikasi untuk membuat vpn server ada beberapa seperti : openvpn ,pptp dll yang anda bisa cari sendiri di internet ,dalam konfigurasi kali ini saya akan mengunakan pptp untuk membuat vpn server .
Berikut langkah-langkahnya :



1. pertama-tama silahkan masukan perintah .

 # apt-get install pptpd


2. Selanjutnya anda harus mengkonfigurasi vpn anda, ada 3 buah file yang harus anda konfigurasikan yaitu “/etc/pptpd.conf”, “/etc/ppp/pptpd-options”, dan “/etc/ppp/chap-secrets" pertama masukan perintah berikut untuk mengkonfigurasi file /etc/pptpd.conf


  • Pada akhir file konfigurasi atau yang terbawah tambahkan beberapa baris berikut ini
 localip 192.168.100.2

remoteip 192.168.100.3-238,192.168.0.245

  •  Simpan dengan menekan Ctrl+X => Y => Enter
3. Kemudian masukan perintah :
#nano /etc/ppp/pptpd-options
  • lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini
  • Pada bagian paling bawah tambahkan baris berikut
 ms-dns 192.168.100.2

nobsdcomp

noipx

mtu 1490

mru 1490
  • Simpan dengan menekan Ctrl+X => Y => Enter

4.  kemudian edit file /etc/ppp/chap-secrets dengan perintah

 # nano /etc/ppp/chap-secrets
  • Pada file konfigurasi ini adalah untuk membuat username dan password untuk login vpn client pada windows atau linux tambahkan beberapa baris berikut ke bagian palingbawah file konfigurasi :
 aku             *             aku             *         
  • Formatnya aku [tab] * [tab] aku [tab] *  ,maka akan seperti dibawah ini
  •  Setelah itu simpan, tekan Ctrl+x => Y => Enter 
5. Kemudian restart service pptpd dengan perintah 
# service pptpd restart atau # /etc/init.d/pptpd restart

6. Sekarang coba pada Client, masuk ke Control Panel => Klik Set Up a New connection or Network .

7. Maka akan muncul jendela baru seperti gambar dibawah, Pilih Connect to a WorkPlace => Next .


8. Pilih yang Use my Internet Connection (VPN) .




9. Masukkan nama Koneksi dan IP  Server atau Domainnya => lalu Create .




10. Klik Server1 (nama koneksi yang tadi dibuat) .

11. Kemudian akan muncul jendela baru, Klik Connect pada Server1 .


12. Lalu akan muncul jendela baru, anda diminta untuk memasukkan Username dan Password yang tadi dibuat .

13. Jika sudah Terkoneksi maka sudah Berhasil .
14. Selesai. 

Untu lebih jelasnya lihat di 

Kamis, 22 Agustus 2019

Dedicated Hosting Server dan Konfigurasi Dedicated Hosting Server



Uraian Materi

Dedicated Server adalah layanan penyewaan server yang diletakkan di data center idcolo.com, perangkat server disediakan dan dikelola oleh idcolo.com. Layanan yang ditawarkan adalah bersifat Unmanaged Service yang artinya dukungan teknis diberikan sampai pada jaringan dan hardware, idcolo.com hanya melakukan instalasi Operating System dan konfigurasi awal sesuai dengan permintaan anda.
Kenapa Harus Ada Dedicated Hosting? Banyak pemilik bisnis / website direpotkan dengan hal teknis seperti instalasi dan konfigurasi server, belum lagi trouble shooting yang harus dilakukan terkait kinerja server. Ada waktu dimana sebuah website tidak lagi bisa dilayani oleh shared hosting biasa, sementara untuk sewa / memiliki server sendiri pemilik website tidak memiliki kompetensi dalam pengelolaan server. Seperti Anda, kami juga meyakini bahwa "kinerja website Anda akan terkait erat dengan kinerja server hosting Anda". Paket Dedicated hosting ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan akan penting nya website Anda. Sekarang Anda dapat fokus pada bisnis Anda dan menyerahkan kinerja server hosting Anda pada kami.
Apa hebatnya Dedicated Hosting di BEON? Seperti hal nya di industri banking, dimana terdapat Nasabah PRIORITY, nasabah priority akan mendapatkan layanan khusus, seperti: teller tersendiri, ruang transaksi khusus yang nyaman, dan tentu saja dari bebas dari antrian pelayanan yang tidak dapat dinikmati oleh nasabah biasa. Sekarang, di industri webhosting indonesia, kami menghadirkan ini untuk Anda. Dedicated hosting yang memungkinkan Anda terbebas dari antrian layanan di shared hosting biasa, support priority & feedback call, satu server dapat digunakan hanya untuk Anda sehingga privacy lebih terjamin dan berbagai hal yang tidak akan pernah Anda dapatkan di layanan shared hosting biasa. Paket dedicated hosting ini sangat tepat dan dapat menjawab kebutuhan bagi Anda yang serius dengan bisnisnya tapi tidak mau repot dengan hal teknis tentang server.
Dedicated Server / DS
Jenis hosting ini biasa digunakan untuk solusi hosting terhadap kebutuhan yang berskala besar atau kompleks. Pengguna bisa memilih atau menyediakan spesifikasi server yang diinginkan, yang kemudian ditempatkan pada sebuah data center. Alasan di tempatkan pada sebuah data center adalah server terlindungi dari banjir, tahan gempa, dan butuh sirkulasi suhu khusus untuk server.
Dengan Dedicated server, pengguna bisa menggunakan sumber daya/resource server secara leluasa karena adminstrasi server dikelola atau dimiliki oleh pemilik server. Dedicated server biasa digunakan oleh penyedia layanan hosting (VPS/Shared Hosting), application service provider atau website yang memiliki trafic tinggi dan membutuhkan resource yang tinggi pula. Jika dilihat dari harga, pengelolaan dedicated server cukup mahal dibandingkan dengan VPS dan Shared Hosting.

Jumat, 09 Agustus 2019

Virtual Private Serverdan Konfigurasi Virtual Private Server




URAIAN MATERI
VPS (Virtual Private Server) adalah teknologi server side tentang sistem operasi dan perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi ke beberapa virtual mesin. Tiap virtual mesin ini melayani sistem operasi dan perangkat lunak secara mandiri dan dengan konfigurasi yang cepat.


Dalam sebuah VPS, resource server yang alokasikan adalah meliputi CPU Core, CPU Usage, RAM, dan Storage atau ruang penyimpananan.
Pada percobaan ini akan disediakan beberapa IP address dari virtual server, dimana komputer client (workstation) akan mengakses virtual server tersebut dengan cara meminta (request) koneksi pada salah satu IP address yang telah disediakan. Dan selanjutnya akan dicari semua informasi, mengenai hardware, routing, dll, dari virtual server tersebut.


Konfigurasi Server

Pastikan bahwa IP address dari workstation berada pada jaringan yang sama dengan IP address yang telah disediakan oleh virtual server. Untuk mengetahui IP address dari workstation, ketikkan perintah #ifconfig.


Karena IP address yang digunakan oleh workstation sudah sesuai, maka untuk dapat mengakses semua informasi dari server adalah dengan cara meminta koneksi sebagai server. Untuk meminta request koneksi pada virtual server gunakan perintah #dhclient eth0 –v.


Setelah berhasil terkoneksi dengan server, maka untuk dapat masuk (login) pada server gunakan perintah #ssh –l student . Dan selama proses tersebut akan terdapat permintaan untuk mengisikan password. Jika berhasil maka workstation telah berhasil terkoneksi dan telah berada pada sisi server.


Informasi Hardware

Setelah berhasil masuk pada server, selanjutnya adalah mencari informasi hardware, berupa informasi processor, ukuran memori (RAM), ukuran hardisk, partisi hardisk, dan kernel dari server.
Untuk mengetahui processor dari server, gunakan perintah cat /proc/cpuinfo.


Untuk mengetahui ukuran memori (RAM), ketikkan perintah cat /proc/meminfo. Sehingga akan diperoleh informasi berupa memori yang telah terpakai atau yang masih kosong.


Untuk mengetahui ukuran hardisk dari server, gunakan perintah #fdisk –l | grep Disk. Dari perintah tersebut akan diketahui bahwa server mempunyai ukuran hardisk sebesar 8589 MB.



Untuk mengetahui jumlah partisi dari hardisk, ketikkan perintah #cfdisk. Dari informasi tersebut dapat diketahui bahwa terdapat 2 partisi dari hardisk.



Untuk mengetahui kernel dari server, gunakan perintah #cat /proc/version. Dari perintah tersebut dapat diperoleh informasi kernel sebagi berikut.

 


 

Routing Table

Untuk mengetahui routing table dari server gunakan perintah #route –n. Dari informasi tersebut dapat terlihat bahwa server telah terhubung pada gateway 10.252.108.1 .


Konfigurasi IP address

Untuk mencari informasi IP address yang digunakan oleh server dengan cara ketikkan perintah #ifconfig. Sehingga terlihat bahwa server mempunyai IP address 10.252.108.209.


Kemudian ubah IP address tersebut menjadi 10.252.108.49 dengan gateway 10.252.108.9. Untuk mengubah konfigurasi IP address dengan melakukan edit pada file /etc/network/interfaces. Dan ketikkan pada file tersebut isi konfigurasi sebagai berikut.

Loopback Network Interfaces

Konfigurasi di atas pada file /etc/network/interfaces digunakan untuk melakukan loopback pada interface jaringan lo pada saat booting sistem. Konfigurasi tersebut harus selalu ada.


Network Interfaces dengan IP Static



Saat kernel Linux mendeteksi interface eth0, allow-hotplug akan memberikan perintah untuk menyalakan interface, sedangkan iface akan memberikan perintah untuk menggunakan IP static untuk konfigurasi interface.
Pada baris address, netmask, dan gateway menunjukkan informasi untuk IP address dan gateway yang akan digunakan oleh interface eth0. Selanjutnya ketikkan perintah /etc/init.d/networking restart untuk menyimpan semua perubahan kofigurasi yang telah dilakukan. Atau dengan cara melakukan reboot pada computer.


Setelah proses booting selesai, lakukan uji coba dengan cara mengakses kembali pada server, namun gunakan IP address yang baru. Ketikkan perintah #ssh –l student 10.252.108.49. Jika konfigurasi berhasil maka akan muncul perintah untuk memasukkan password dari server.


Untuk mengetahui perubahan IP address dari server ketikkan perintah #ifconfig. Sehingga akan terlihat bahwa IP address yang awalnya adalah 10.252.108.209 akan berubah menjadi 10.252.108.49.

Nameserver Dan Hostname

Konfigurasi nameserver terdapat pada file /etc/resolv.conf. Sedangkan untuk mengetahui nameserver tanpa membuka file konfigurasi dengan cara ketikkan perintah #nslookup. Sehingga akan diketahui bahwa server mempunyai nameserver 202.9.85.4


Dan untuk mengetahui hostname dari komputer server, ketikkan perintah #hostname. Sehingga akan terlihat bahwa hostname dari server adalah “Debian”.